Langsung ke konten utama

Guru Zaman dahulu Dengan Masa sekarang

Perbandingan Guru Zaman dahulu 

Dengan Masa sekarang

Perbandingan antara guru zaman dahulu dan masa sekarang menunjukkan banyak perubahan dalam pendekatan, metode, dan konteks pendidikan. Berikut beberapa perbedaannya:

1. Metode Pengajaran

  • Zaman Dahulu: Cenderung lebih otoriter, dengan pendekatan yang bersifat satu arah. Pengajaran sering kali berfokus pada hafalan dan pengulangan.
  • Masa Sekarang: Menggunakan metode yang lebih interaktif dan kolaboratif. Pendekatan berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah semakin umum.

2. Peran Guru

  • Zaman Dahulu: Guru sering dianggap sebagai otoritas tunggal dan sumber utama pengetahuan. Hubungan dengan siswa lebih formal.
  • Masa Sekarang: Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing. Hubungan dengan siswa lebih egaliter, dengan penekanan pada diskusi dan partisipasi.

3. Penggunaan Teknologi

  • Zaman Dahulu: Minim penggunaan teknologi; pembelajaran berlangsung secara konvensional dengan buku dan papan tulis.
  • Masa Sekarang: Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer, internet, dan aplikasi pendidikan, untuk mendukung pembelajaran.

4. Kurikulum

  • Zaman Dahulu: Kurikulum cenderung kaku dan berfokus pada mata pelajaran inti, seperti matematika dan bahasa.
  • Masa Sekarang: Kurikulum lebih fleksibel dan beragam, mencakup keterampilan abad 21 seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan sosial.

5. Pendekatan Terhadap Siswa

  • Zaman Dahulu: Siswa sering kali dipandang sebagai penerima pasif dari informasi.
  • Masa Sekarang: Siswa diakui sebagai individu yang aktif dalam proses pembelajaran, dengan perhatian pada kebutuhan dan gaya belajar masing-masing.

6. Evaluasi dan Penilaian

  • Zaman Dahulu: Penilaian cenderung berfokus pada ujian tertulis dan hasil akhir.
  • Masa Sekarang: Penilaian lebih beragam, mencakup penilaian formatif, proyek, dan evaluasi portofolio, untuk menilai proses pembelajaran secara menyeluruh.

7. Keterlibatan Orang Tua

  • Zaman Dahulu: Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak cenderung minimal.
  • Masa Sekarang: Kolaborasi antara sekolah dan orang tua lebih ditekankan, dengan komunikasi yang lebih terbuka dan dukungan dalam proses pendidikan.

Secara keseluruhan, perubahan ini mencerminkan perkembangan dalam pemahaman tentang pendidikan dan kebutuhan siswa di era modern.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengkhianatan G 30 S PKI 1965

D i Indonesia Monumen ini dipersembahkan bagi 7 pahlawan revolusi korban kebiadaban gerakan 30 Sep PKI yang mencoba menghianati Pancasila yang sakti  hai hai the set cita-cita perjuangan kami untuk meledakkan kemudian Pancasila tidak mungkin dipatahkan hanya dengan mengumpulkan dalam sumur kiri Lubang Buaya satu oktober 1965 ini di Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia  hai hai ini sungguh peristiwa penganiayaan ini terjadi pada tanggal 13 Jan 1965 sekitar subuh di desa Kanigoro yang Terletak tidak jauh dari kota Kediri ribuan orang-orang PKI menyerbu tempat training center pelajar Islam Indonesia kecuali melakukan pemukulan terhadap seorang kiai dan beberapa orang guru mereka menginjak-injak kitab suci Alquran Hai dua hari kemudian pada tanggal 15 Januari 1965 di suatu desa juga di Kediri ribuan orang-orang PKI menyerang petani Sudarno dengan dalih sengketa sawah kepala desa yang mencoba meleraikan dan menengahi tidak luput pula dari pengeroyok...

#GuruHebat#SMPNSIMEULUETIMUR#10110857

Olah hati, olah rasa & olah karsa Frasa "olah hati, olah rasa & olah karsa" merupakan konsep yang sering ditemukan dalam filsafat dan pendidikan Indonesia, khususnya terkait dengan pembentukan karakter dan pengembangan pribadi. Konsep ini dapat dijabarkan sebagai berikut : Olah Hati (Memupuk Hati): Ini mengacu pada pengembangan diri, berfokus pada kecerdasan emosional, sikap, dan keyakinan. Hal ini menekankan pengembangan ketulusan, integritas, tanggung jawab, dan kompas moral yang kuat. Ini tentang memelihara hati yang murni dan mulia, yang mengarah pada perilaku jujur ​​dan etis. Olah Rasa (Memupuk Perasaan/Empati): Ini berkaitan dengan pengembangan kepekaan, empati, dan kemampuan untuk memahami dan menghargai perasaan orang lain. Ini melibatkan mengasah rasa estetika dan menumbuhkan welas asih. Ini tentang menyelaraskan diri dengan emosi, baik emosi diri sendiri maupun emosi orang lain, yang mengarah pada interaksi sosial yang harmonis dan rasa peduli terhadap ling...

Cara Login ke Liveworksheets

 Berikut adalah cara login dan menggunakan Liveworksheets: Cara Login ke Liveworksheets Buka Situs Liveworksheets : Kunjungi liveworksheets.com . Klik "Login" : Temukan tombol "Login" di pojok kanan atas halaman. Masukkan Akun : Jika Anda sudah memiliki akun, masukkan email dan kata sandi Anda. Jika belum memiliki akun, pilih opsi "Sign up" untuk mendaftar. Verifikasi (jika diperlukan) : Jika Anda menggunakan verifikasi dua langkah, ikuti instruksi yang diberikan. Cara Menggunakan Liveworksheets Membuat Worksheet Baru : Setelah login, klik pada opsi "Create a new worksheet". Pilih template atau mulai dari awal untuk membuat worksheet interaktif. Menambahkan Konten : Gunakan alat yang tersedia untuk menambahkan teks, gambar, dan elemen interaktif (seperti pilihan ganda atau isian). Mengedit dan Menyimpan : Setelah selesai membuat, pastikan untuk menyimpan worksheet Anda. Anda bisa mengedit worksheet kapan saja. Berbagi Worksheet : Setelah membuat ...